Berita

Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep menjerit

×

Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep menjerit

Sebarkan artikel ini

PANGKEP – desakunews Ma  Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep menjerit, sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertlite dengan harga subsidi atau satu harga.

***
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Kalukalukuang, Kelurahan Kalukalukuang, Kecamatan Liukang Kalukuang Masalima (Kalmas), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), diduga jadi ladang Bisnis Mafia Minyak, BBM jenis solar, ungkap sejumlah masyarakat nelayan Pulau Kalukalukuang Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep saat jumpa dengan awak media di Pangkajene, Rabu (28/8/2024).

“Kami masyarakat nelayan Pulau Kalukalukuang Kecamatan Liukang Kalmas amat mengharapkan pihak Kepolisian Resort Pangkep atau Kepolisian Sektor Liukang Kalmas untuk dapat melakukan penelusuran dan penyelidikan terkait terjadinya mafia minyak, BBM jenis solar di Pulau Kalukalukuang Kecamatan Liukang Kalmas. Pasalnya SPBU satu harga yang menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite. Kini diduga bermain mata dengan oknum pengusaha telur ikan terbang non lokal, dimana diduga oknum pihak SPBU membuka jalan untuk melakukan peraktek monopoli BBM. Tentu saja hal itu sangat merugikan masyarakat nelayan (lokal) Pulau kalukalukuang pada khususnya.

Ironinya oknum pengusaha ini terindikasi menjual kembali ke nelayan dengan harga yang tidak wajar, sangat jauh dari harga BBM subsidi atau satu harga, ungkap sejumlah warga (masyarakat nelayan) Pulau Kalukalukuang. Kami amat menyayangkan adanya praktek monopoli BBM tersebut, menyebabkan terjadinya kenaikan harga bahan bakar yang dijual pengusaha tersebut.

“Iye, kami kalah dari pelaku bisnis karena kami tidak punya uang jadi tidak bisa berbuat apa-apa,” tandasnya berkeluh kesah.
Warga mengira kehadiran SPBU di pulaunya akan membantu masyarakat nelayan, ternyata hanya berlaku bagi pemilik modal (pebisnis).

“Sumber teropongbulusaraung menyebutkan, Harganya ada Rp10.000- Rp12.000, Iyee pembeli pendatang (pebisnis) diuntungkan, kami tidak dapat membeli solar karena mahal, sudahmi juga napanjar bos-bos tertentu” ungkap sejumlah warga pulau Kalukalukuang. Olehnya itu, kami sangat mendukung tuntutan Garda Nusantara Pangkep (GEMA) yang menyatakan sikap akan mengawal kasus tersebut sampai pertamina sehat kembali.

“ Gema Garda Nusantara mendesak Polres Pangkep untuk memanggil dan memeriksa oknum pengusaha yang diduga menyalagunakan minyak subsidi jenis solar dan diduga memonopoli dan memanggil pemilik SPBU Kalukalukuang,” imbuhnya. Apatah lagi, aktivis Garda Nusantara Pangkep (GEMA) pernah melakukan investigasi langsung pada M. “Menurut hasil investigasi Aktivis GEMA bahwa minyak jenis solar tersebut diduga dimonopoli oknum pebisnis (pemilik modal besar) dengan cara dipanjar atau DP. Sebelum minyak sampai ke SBPU Kalukuang minyak tersebut sudah ada yang punya karena telah dibayar lebih awal, tentu saja kondisi riel ini merugikan masyarakat nelayan pulau Kalukalukuang. Padahal tujuan pemerintah mengeluarkan BBM bersubsidi untuk mensejahtrakan rakyatnya, lantas kalau begini model oknum pengusaha,  tentu saja sangat merugikan masyarakat pulau karena diduga tidak dapat menikmati program pemerintah pusat BBM Subsidi 1 (satu) harga, karena tetap mereka memperoleh minyak jenis solar dengan kisaran harga Rp10- Rp12 ribu perliter,” imbuhnya.

“Kejadian ini sangatlah tragis bagi orang orang pulau karena seolah olah diperalat dan dimanfaatkan oleh oknum pengusaha untuk memperkaya diri dan menyengsarakan masyarakat nelayan. Itulah sebabnya Aktivis GEMA mendesak pihak polres pangkep untuk memanggil pihak SPBU kalukalukuang karena diduga dan terindikasi adanya kongkalikong dengan oknum pengusaha,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *